Fiqih Prioritas

A.    DEFINISI

secara bahasa berasal dari al fahmu yang artinya pemahaman atau pengertian yang mendalam.

secara istilah, fiqh adalah ilmu tentang hukum-hukum perbuatan menurut syariat berdasarkan dalil-dalilnya yang terperinci.

B.     KENAPA HARUS MEMPELAJARI?

1.      Kacaunya timbangan prioritas pada umat

material n spiritual mulai tidak seimbang (sisi ekonomi, sosial maupun politik)

  • perkara seni/hiburan lebih didahulukan daripada pendidikan moral/ ilmu pengetahuan
  • olah raga lebih diutamakan daripada olah pikiran.

2.      Penyimpangan Orang beragama dewasa ini

  • disibukkan dengan amalan-amalan yang tidak kuat/ kuarang utama padahal mereka adalah orang-orang yang ikhlas, namun tidak mengerti dasar dari prioritas.
  • Mempermasalahkan hal-hal yang sepele.
  • Tidak seimbang antara pemanfaatan ilmu pengetahuan yang dimiliki (spesialisasi) dengan dakwahnya. Terlalu berat pada salah satunya. Jika semua muslim ahli dalam bidangnya dan baik dalam dakwahnya, kajayaan islam insya Alloh dapat diraih.

C.     HUBUNGAN FIQH PRIORITAS DENGAN FIQH PERTIMBANGAN

1.      Pertimbangan antara berbagai Kemaslahatan yang satu dengan lainnya

  • Mendahulukan kepentingan yang sudah pasti atas kepentingan asumsi (masih diragukan)
  • Mendahulukan kepentingan yang besar atas kepentingan yang kecil
  • Mendahulukan kepentingan sosial atas kepentingan individu
  • Mendahulukan kepentingan yang berkesinambungan atas kepentingan yang sementara atau insidental
  • Mendahulukan kepentingan inti atau fundamental atas kepentingan formalitas/ tidak penting

2.      Pertimbangan antara kerusakan dan mudharat yang satu dengan yang lainnya

  • Tidak ada bahaya dan tidak boleh membahayakan
  • Suatu bahaya tidak boleh disingkirkan dengan bahaya yang lebih besar atau sepadan
  • bahaya yang ringan boleh dilakukan untuk menolak bahaya yang lebih besar
  • bahaya yang bersifat khusus boleh dilakukan untuk menolak bahaya yang sifatnya lebih luas

3.      Pertimbangan antara maslahat dan mudharat bila saling bertemu

  • Menolak kerusakan harus didahulukan atas pengambilan manfaat
  • kerusakan kecil diampuni untuk memperoleh kemaslahatan yang lebih besar
  • kerusakan yang sifatnya sementara, diampuni untuk kemaslahatan yang sifatnya berkesinambungan
  • kemaslahatan yang sudah pasti tidak boleh ditinggalkan karena kerusakan yang baru diduga.

D.    MEMPRIORITASKAN KUALITAS ATAS KUANTITAS

Alqur’an mencela thd golongan mayoritas apabila didalamnya hanya diisi oleh orang-orang yang tidak berilmu (ilmu dunia dan akhirat).

……..akan tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (Al Ankabut : 63)

……..akan tetapi kebanyakan mereka tidak beriman (Hud : 17)

……..akan tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur (Al Baqarah : 243)

Pada jaman sekarang ini, jumlah kaum muslimin sedunia melebihi seperempat milyar jiwa akan tetapi memiliki sifat yang diungkapkan dalam sebuah hadist :

“Pada suatu hari kelak umat-umat akan memusuhi kalyan dari segala penjuru, seperti orang-orang lapar yang memperebutkan makanan.” Para sahabat bertanya,”Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada waktu itu wahai Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab,”Bahkan jumlah kalian pada waktu itu banyak, akan tetapi kalian hanya bagaikan buih yang terawbawa arus air; dan sungguh Alloh akan mencabut rasa takut dari musuh-musuh kalian; dan sesungguhnya Alloh akan menghujamkan wahn di dada kalian.” Para sahabat bertanya kembali,” Wa ma Wahn ya Rasulullah? (apa itu wahn ya Rasulullah?),” beliau menjawab “hubuddunnya wa karohiyatul maut (Cinta dunia dan takut mati)” HR Ahmad dan Abu Dawud

  • Umat ini bagai buih, tidak memiliki identitas
  • kehilangan tujuan dan jalan yang benar

Ingat perang badr, jumlahnya sedikit dan menang (QS Al Anfal 65-66)

dengan perang hunayn, jumlahnya banyak tapi sombong dan kalah (QS At Taubah 25-26)

E.     PRIORITAS ILMU ATAS AMAL

dengan ilmu kita bisa membedakan mana yang hak dan mana yang bathil, mana yang baik dan yang lebih baik.

Umar bin Abdul Azis berkata, ” Barangsiapa melakukan suatu pekerjaan tanpa ilmu pengetahuan tentang itu maka apa yang dia rusak lebih banyak daripada apa yang ia perbaiki”

“………..Hendaklah kamu menjadi orang yang rabbani (yang sempurna ilmu dan taqwanya kepada Alloh), karena kamu selalu mengajarkan al kitab dan disebabkan kamu telah mempelajarinya.” (Q.S Ali Imran : 79)

1.      Prioritas Pemahaman Atas Hafalan

2.      Prioritas maksud dan tujuan ats penampilan luar

F.      PRIORITAS DALAM BIDANG FATWA DAN DAKWAH

1.      Memprioritaskan Persoalan yang Ringan dan Mudah atas Persoalan yang Berat dan Sulit

” …Alloh menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…” (Al Baqarah : 185)

G.    PRIORITAS DALAM BERBAGAI BIDANG AMAL

1.      Prioritas atas amalan yang kontinyu atas amalan yang terputus-putus

dalam sebuah hadist,” Amalan yang dicintai Alloh adalah amalan yang paling langgeng walaupun sedikit

2.      Prioritas amalan yang luas manfaatnya atas perbuatan yang kurang bermanfaat

memanfaatkan ilmu pengetahuan dan dakwahnya. Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa mengajak oarang lain kepada suatu petunjuk, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melaksanakan petunjuk itu, tanpa mengurangi pahala mereka sama sekali.”

3.      Prioritas Amalan Hati atas Amalan Anggota Badan

  • karena sesungguhnya amalan lahiriah itu tidak akan diterima oleh Alloh SWT selama tidak disertai amalan batin yang merupakan dasar bagi diterimanya amalan lahiriah itu, yaitu : niat.
  • karena hati adalah hakekat manusia, sekaligus menjadi poros kebaikan dan kerusakannya.

” Ketahuilah bahwa di dalam tubuh manusia itu ada segumpal darah, apabila dia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan apabila dia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah hati.”

H.    PRIORITAS DALAM PERKARA YANG DIPERINTAHKAN

1.      Prioritas perkara pokok atas perkara cabang

Pokok : ketauhidan, iman

cabang : syari’ah (amalan)

2.      Prioritas fardhu atas sunnah

diambil dari buku tulisan Yusuf Qardhawi

3 Thoughts on “FIQIH AWLAWIYAT (FIQIH PRIORITAS)

  1. Well done airctle that. I’ll make sure to use it wisely.

  2. assalamualaikum,
    mba aptika, aku numpang main yaaa di blog mu ^_^

  3. wa’alaykumsalam….
    boleh-boleh….
    silakan berkunjung…. ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation