JARKONI (Iso Ngajari Ra Iso Nglakoni)

Tulisan ini terinspirasi dari fenomena banyaknya orang yang terkesan mudah sekali untuk mengajari kebaikan, namun dirinya sendiri tidak bisa melakukannya, mungkin termasuk penulis sendiri juga seperti itu, semoga Alloh mengampuni kita.
Kata orang jawa, fenomena ini dikenal dengan istilah Jarkoni, Iso Ngajari Ra Iso Nglakoni. Ironis memang, orang yang dijadikan contoh, namun kenyataannya dia sendiri tidak bisa memenuhi apa yang dia ucapkan, seperti firman Alloh dalam Al Qur’an, “Mengapa kau melakukan apa yang tidak kau kerjakan?”, Astaghfirullah…
Ada kalimat menarik yang saya baca dari sebuah buku, Orang yang berhasil mengajari dan mendidik dirinya sendiri lebih berhak mendapat penghormatan daripada orang yang mengajari dan mendidik orang lain. As-Syu’bi berkata : “Pada hari kiamat, suatu kaum dari penghuni surga muncul ke hadapan kaum dari penghuni neraka. Penduduk surga bertanya kepada penduduk neraka, “ Apa sebabnya kalian masuk neraka? Padahal tiadalah kami masuk Surga selain karena keutamaan ajaran dan didikan kalian?”. Penduduk Neraka menjawab, “ Dulu kami senantiasa memerintahkan kebajikan, namun kami sendiri tidak pernah melaksanakannya, dan kami mencegah kemungkaran, namun kami sendiri justru melaksanakannya.”
Diriwayatkan Allah Ta’ala pernah berfirman kepada Nabi Isa a.s, “ Wahai Ibnu Maryam, nasihatilah dirimu. Kalau engkau mampu menjalankannya, baru nasihatilah orang lain. Kalau tidak, maka hendaklah engkau malu kepada-KU
Manusia diciptakan oleh Alloh, salah satunya adalah sebagai khalifah di muka bumi. Itu berarti setiap orang wajib menyeru pada kebaikan di muka bumi atau istilah lainnya adalah dakwah (menyeru pada kebaikan). Itu berarti pula bahwa setiap manusia merupakan da’I, paling tidak untuk dirinya sendiri.
Setiap da’i harus jujur terhadap dirinya sendiri, jangan sampai menipunya; jujur terhadap sesama manusia, jangan sampai pamer dan bersikap munafik kepadanya.

Ibnu As-Samak berkata, “ Betapa banyak orang yang mengingatkan (orang lain) kepada Allah, namun dia sendiri melupakan Allah. Betapa banyak orang yang memerintahkan (orang lain) takut kepada Allah, namun dia sendiri lancang pada-Nya. Betapa banyak orang yang menyeru (orang lain) kepada Allah, namun dia sendiri justru lari dari-Nya. Dan betapa banyak orang yang membaca kitab Allah, namun dia sendiri melepaskan diri dari ayat-ayat-Nya. ‘’
Saudaraku, semoga kita bukanlah termasuk manusia munafik yang hanya bisa menyeru namun tak bisa menjadi teladan yang baik. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan mengingatkan kita dalam setiap aktivitas ataupun khilaf yang mungkin kita lakukan. Salah, jika kita berpikir untuk menghindar dari dakwah karena merasa kita belum mampu, namun dengan dakwah itu kita harus bisa meng-up grade dan mendidik diri kita sendiri hingga kita menjadi pantas untuk dijadikan teladan oleh orang lain. Semoga Allah mengampuni dosa kita karena Dia lah Allah SWT yang Maha Pengampun bagi setiap hamba-Nya yang mau bertaubat. Wallohu’alam.

ingatlah Allah ta'ala wherever and whenever you are

2 Responses

2 Responses to “JARKONI (Iso Ngajari Ra Iso Nglakoni)”

  1. Jarkoni says:

    Tp Jarkoni yg ini selalu mencoba untuk Iso ngajari tur iso nglakoni… he2x

  2. oke, klo gitu sih g papa,,, ^^

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image