Oct 11
15
Pantai memang menjadi salah satu tempat favorit untuk berlibur atau berpetualang. Bagi kamu yang suka adventure, menikmati keindahan alam, atau sekedar untuk melepas penat dan mencari inspirasi, mungkin pantai yang satu ini sangat cocok kamu masukkan dalam list tempat keren yang harus dikunjungi.
Yeah, this is it, Pantai Srau. Pantai yang terletak di daerah Pacitan, Jawa Timur ini memang belum menjadi tempat wisata yang dikenal banyak orang. Namun justru karena itu, tempat ini masih terlihat alami dan bersih. Saya akan membagi ceritanya untuk Kamu.
v Perjalanan Ke Lokasi
Sebelum berangkat, pastikan kendaraan dalam kondisi baik, terutama ban (bagian dalam maupun luar), juga lampu dan rem. Kami berangkat dari kota Solo waktu itu. Kalau dari Solo, perjalanan dapat ditempuh selama 3,5-4 jam dengan kecepatan ±60 km/jam. Kami memilih jalur melalui wonogiri ke arah Pacitan. Jalur ini lebih menyenangkan dibandingkan jalur yang melewati kota. Jalanannya cukup sepi, tidak banyak kendaraan yang lewat. Tipe jalan pegunungan, cocok bagi kalian yang berangkat dengan motor dan rombongan. Pemandangan di sekitarnya sangat menakjubkan. Namun, pada beberapa lokasi masih merupakan jalanan yang sepi tanpa pemukiman dan listrik. Jadi hati-hati jika Kamu pulang saat matahari telah terbenam, Cahaya hanya berasal dari lampu kendaraan Kamu. Gunakan helm standart, jaket, penutup hidung dan mulut, serta sarung tangan, itu sangat bermanfaat bagi Kamu selama perjalanan.
v Masuk Ke Lokasi Pantai
Setelah berjam-jam menunggu, “Dimana Pantainya?” Akhirnya terlihat pantai yang biru dengan deburan ombak putih menggulung. Pasirnya putih dengan perpaduan batu karangnya. Subhanalloh… Luar biasa. Masuk ke area Pantai dengan harga Rp 4.000,- saja, sudah termasuk biaya parkir.
v Kondisi Pantai
Pertama kali masuk, kondisi pantai relatif tidak banyak pengunjung. Benar saja, karena perjalanan ke tempat ini juga butuh perjuangan dan kesabaran. Tapi rasa lelah kami benar-benar terbayar dengan panorama indah yang terhampar luas di depan mata kami, luar biasa!!! Gradasi warna biru dan putih yang sungguh sempurna. Nggak kalah deh dengan Tanah Lot yang ada di Bali..
Di sana tidak banyak orang berjualan, so membawa bekal makanan kesukaan juga ide yang sangat bagus. Kalau sudah sampai sana, sayang kalau tidak coba meceburkan diri ke pantai alias berenang. Pastikan Kamu membawa peralatan mandi dan baju ganti yang lengkap, karena di sana tidak ada yang menjual perlengkapan mandi.
Meskipun udaranya sangat terik, tapi air lautnya terasa dingin dan sejuk, jadi tidak pakai sun block pun kayaknya tidak akan terbakar kulitnya. Ada 3 titik pantai yang bisa kamu pilih di sana untuk bermain.
Pertama, di pantai yang pertama kali kamu temui ketika masuk ke lokasi.
Kedua, ikuti saja jalan beraspal maka kamu akan menemui lokasi dengan batu karang yang berlubang seperti kolong jembatan. Di sini sangat teduh dan asyik untuk berenang.
Atau ketiga, di ujung jalan beraspal tadi, kamu akan menemui pantai dengan banyak batu karang. Di titik ini cukup panas, namun cocok bagi kamu yang hanya ingin melihat, merenung dan mencari ketenangan serta inspirasi. Deburan ombaknya sangat bagus.
Oleh karena itu, jangan lupa untuk berfoto ya,,,^^
Pengalaman yang indah sambil mensyukuri keagungan Alloh yang telah menciptakan alam semesta dan isinya dengan sangat sempurna. Rasanya ingin berlama-lama di Pantai itu…
Selamat berpetualang ya,,, semoga sedikit yang saya ceritakan ini bisa bermanfaat dan menginspirasi kamu semua.
Solo, 15 Oktober 2011
Oct 11
3
Bismillahirrohmanirrohim…
Kali ini ingin menulis tentang “Apa sih sebenarnya Jihad itu?” Kedengarannya apa begitu mengerikan ya? Apalagi beberapa waktu terakhir ini ada kejadian lagi tentang bom bunuh diri di daerah Solo. Hmmm…. Sungguh menyedihkan.
Kebetulan baru saja mendengarkan kajian dari ust. Mu’in yang membahas tentang JIHAD. Saya coba paparkan sedikit ringkasannya untuk pembaca, semoga bermanfaat. ^^
Rangkuman dari beberapa ayat di Al Qur’an, pengertian Jihad adalah OPTIMALISASI
Optimalisasi segala sarana (SDM, sarana/alat) untuk menegakkan nilai2 islam.sesuai dengan kondisi dimana kita berada.
Alloh memang memerintahkan kita kaum muslim untuk berjihad dengan harta dan jiwa kita. Dan Alloh bahkan menjanjikan syurga bagi para pejuang jihad fi sabilillah (berjuang di jalan Alloh).
“Perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah dan agama itu hanyalah milik Allah dan jika mereka berhenti (berperang) maka tidak boleh memusuhi kecuali atas orang-orang yang zalim.” (QS.Al-Baqarah: 193)
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut: 69)
Eits, jangan serem dulu ya,, Islam itu indah kok, termasuk untuk urusan Jihad ini. Karena Islam ingin menghilangkan segala bentuk penindasan dan kebodohan yang melanda umat manusia. Islam ingin manusia hidup damai, rukun, cerdas dan bahagia di dunia dan akherat kelak. Siapa yang nggak mau??? ^^
Okay, back to Jihad ….
Pada jaman Rasulullah dan para sahabat, jihad untuk memerangi kaum musyrikin, para penyembah berhala, hukumnya adalah fardhu ‘ain, karena mereka menyiksa dan membunuh wanita dan anak-anak, menghalang-halangi kaum muslim untuk beribadah. Maka bagi kaum muslim yang mampu, diperintahkan ikut berjihad (memerangi secara fisik).
Namun, pada permasalahan kontemporer saat ini “jihad” tidak mutlak berarti memerangi secara fisik. Beberapa contoh yang disampaikan
1. Jika kondisinya seperti di Palestina, dimana kaum muslimin benar-benar diperangi dan masjid-masjid dihancurkan, maka jihad itu adalah perang secara fisik bagi yang mampu. Dan kaum muslim di negara yang lain dianjurkan untuk membantu, karena seluruh muslim itu bersaudara, dimana pun berada dan dari mana pun asalnya.
2. Jika kondisinya seperti di Indonesia, negara dengan kota-kota yang relatif aman terhadap peperangan dan penindasan kaum muslimin, telah tercipta saling menghormati antar umat beragama, maka arti ‘jihad” bukan lah semata-mata peperangan fisik. Karena sesungguhnya jihad itu dilakukan dengan cara/Manhaj Alloh yaitu Cara yang baik, menhindari terjadinya fitnah (terjelekkannya islam sehingga menghalangi manusia melakukan dan mencintai nilai-nilai islam), apalagi ada diantara sasarannya adalah wanita dan anak-anak, maka sesungguhnya Islam sangat melarangnya.
Yang menjadi permasalah islam yang berbahaya saat ini adalah justru pemujaan yang berlebihan terhadap pornografi, korupsi, pertunjukkan artis/film yang dianggap “keren” , dll, yang menyebabkan manusia begitu mudahnya melupakan waktu beribadah kepada Tuhan-Nya, tanpa merasa berdosa.
Jihad melawan hawa nafsu ini nampaknya lebih diperlukan. Oleh karena itu, “jihad” yang sesuai adalah optimalisasi segala sarana yang baik, untuk mengingatkan dan mengajak manusia agar senantiasa kembali pada jalan kebaikan. Sarana yang digunakan bisa lewat blog, artikel di majalah, sms tausiyah, dan banyak sarana lain yang bisa digunakan dan dilakukan secara ma’ruf.
Pada intinya, kita harus memperhatikan beberapa hal :
1. Ketahui betul apa potensi yang kita miliki
2. Apa kebutuhan islam saat ini
3. Sudahkah kita arahkan/manfaatkan potensi kita itu untuk menyebarkan nilai-nilai islam
Marilah kita belajar menjadi umat muslim yang cerdas, yang lembut pada sesama, mengedepankan hati dan pikiran terlebih dahulu dibandingkan fisik. Ingat kan saudara kita dengan cara yang baik, berinteraksilah secara baik dan santun dengan siapa pun, selama mereka tidak mengancam jiwa raga kita.
Kita pun juga harus selektif dan cerdas dalam menyeleksi segala isu yang sifatnya kontroversi.
Semoga Persatuan yang senantiasa kita bangun, bukan Perpecahan.
I LOVE ISLAM ^^
Wallohua’lam bis showab.
Sep 11
6
Bismillah…
Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang…
Mumpung masih bulan Syawal, penulis mengucapkan taqabbalallohu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin. Yaa,, meskipun kata ustadz yang ceramah kemaren, kalau mau minta maaf itu nggak usah nunggu lebaran, tapi setiap kita berbuat salah, kudu segera minta maaf… hmm… baiklah, trimakasih pak ustadz atas nasehatnya… :-)
Alhamdulillah, banyak nasehat dan hikmah selama liburan, termasuk apa yang saya tulis ini adalah dalam rangka saling menasehati dan mengingatkan yang tentunya terutama sekali untuk diri saya pribadi dan sangat senang kalau bisa bermanfaat untuk teman-teman yang membaca..
Kira-kira apa jawaban kamu jika ditanya,
“Apa yang lebih banyak kamu kerjakan kalau libur lebaran?”
a. Berkunjung ke tempat saudara, teman
b. Jalan-jalan ke tempat wisata
c. Habisin cemilan sisa lebaran
d. Tidur
e. Nonton TV
f. Ngenet
g. ……………………… (tulis jawabanmu jika tidak ada pada pilihan :-) )
Eits, jangan berpikir kalau penulis su’udzon pada pembaca ya, karena mungkin hal-hal itulah yang lebih banyak dilakukan juga oleh penulis selama liburan, hehehe….(Jika benar, maka jangan meniru aktivitas ini di rumah y..) Ingatkah kita ketika masih bulan Ramadhan? Mungkin pilihan jawaban tidak akan seperti di atas, namun pilihannya adalah puasa (pastinya..), tadarus Al Qur’an, pengajian, sholat tahajud, dan amalan ibadah lainnya… Hmm… Subhanallah,,, Astaghfirullah…
Saya tadi siang diingatkan dengan ayat ini, yang artinya :
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air- mata air, sambil mengambil apa yang diberikan pada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).”
(Q.S. Az-Zariyat 15-18)
Rasanya tidak karuan setelah diingatkan dengan ayat itu. Kalau liburan gini boro-boro sholat malam atau tahajud, mungkin sholat shubuh tepat waktu saja sulitnya minta ampun, shalat dhuha bolong-bolong, baca qur’an secukupnya, Astaghfirullah…. T.T
Ternyata perjuangan kita justru dibuktikan pada 11 bulan berikutnya setelah bulan Ramadhan, kalau kurva itu minimal nilainya konstant jika sulit untuk meningkat.
Katanya, tidak ada dosa bagi orang yang belum tahu, tapi bagi yang sudah tahu namun belum melaksanakan, semoga Alloh senantiasa menolong dan mengampuni kesalahan kita. Tapi tentunya kita juga harus berusaha untuk memperbaiki… ^^
Nah, salah satunya kita ingat ada puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal? Semoga kita bisa melaksanakannya dalam rangka untuk memperbaiki diri dan menjaga kita agar tetap ingat dan dekat pada Allah karena dengan mengingat Allah lah hati kita menjadi tenang..
Sekian dulu ya, semoga bisa bermanfaat meski hanya sedikit.. ^^
Mumpung masih lapang, masih sehat, masih muda, dan masih hidup…
Yuk saling mengingatkan dalam kebaikan, untuk kebahagiaan di dunia dan akherat… :-)
Demi masa
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran, dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.
(Q.S. Al-‘Asr)
Solo, 4 September 2011
Bismillahirrohmanirrohim…
Beberapa waktu lalu saya terkejut, bukan surprised tapi shocked membaca hasil survey yang dilakukan oleh beberapa pemuda muslim di Asia Tenggara. Mereka sengaja memberikan beberapa pertanyaan kepada 1496 responden (saya berharap, salah satunya bukan lah Anda,,) di Indonesia, dimana lebih dari 80% dari koresponden tersebut adalah MUSLIM. Saya tertarik pada salah satu pertanyaan dari survey tersebut. Pertanyaannya adalah :
(Female respondent only) I would like to wear bikini or tanktop ? …(%)
Base: Female Moslem Respondent
Dan ternyata 86,1% koresponden perempuan muslim menjawab “Yes, I do mind“
Untuk para lelaki muslimnya juga mendapat pertanyaan yang serupa, yaitu :
(Male respondent only) It would be ok with me if my girlfriend/wife wear bikini or tanktop sometimes?? …(%)
Base: Male Moslem Respondent
Dan ternyata 86,1% koresponden lelaki muslim menjawab “Yes, I do mind“
Itu hanya salah satu sampel saja dari beberapa pertanyaan yang ada. Dan ternyata fakta ilmiah ini telah menjawab. Ya, ini bukan asumsi, tapi ini adalah hasil survey Nasional. Jika ingin melihat hasil survey selengkapnya, silakan klik hasil survey
Dari salah satu contoh di atas, kita tahu satu hal, bahwa “RASA MALU” itu mulai hilang, atau mungkin lebih tepatnya mulai bergeser. Seseorang yang tidak mengikuti mode yang paling trend saat ini namun memegang prinsip islam, mungkin akan dianggap lebih memalukan daripada seseorang yang sangat update mode, tapi ternyata tidak sesuai dengan nilai-nilai islam yang begitu indah dan suci. Atau seseorang yang tidak punya pacar akan menjadi sangat malu dan menganggap dirinya sangat buruk. Sedangkan orang yang ganti-ganti pacar atau punya pacar lebih dari satu akan merasa sangat bangga menjadi sesuatu yang diperebutkan… Astaghfirullah….
Inikah potret manusia yang katanya modern?
yang katanya semakin cerdas dan berilmu pengetahuan?
Lalu bagaimanakah sebenarnya Islam memandang rasa malu?
Mata yang jernih melihat,,
Telinga yang jelas mendengar,,
Kaki yang kokoh melangkah,,
Tangan yang terampil berkarya,,
Bibir yang indah tersenyum dan berbicara,,
Otak yang cerdas berpikir, tidak seperti hewan…
Hati yang peka merasa, tidak seperti robot…
Maka nikmat Tuhan manakah yang kita dustakan?
Waktu panjang, apakah untuk di buang,,?
Harta banyak tersimpan, apakah untuk disombongkan,,?
Wajah cantik dan tampan, apakah sengaja ditonjolkan,,?
Prestasi nan gemilang, apakah melalaikan kita akan tujuan,,?
Maka nikmat Tuhan manakah yang kita dustakan?
Tuhan memberi kegagalan untuk melatih kesabaran, apakah salah?
Tuhan memberi kekecewaan yang satu untuk menunjukkan pada kebahagiaan yang lain, apa kita tidak mau?
Tuhan memberi kejengkelan dan hal memalukan untuk menundukkan keangkuhan, apa kita tidak terima?
Tuhan memberi kesedihan untuk membuat kita lebih kuat, apakah kita tahu?
Tuhan meminta mengalah dan ikhlas untuk membuat bijaksana, apakah kita tidak setuju?
Maka nikmat Tuhan manakah yang kita dustakan?
Tuhan memberi kita banyak,
lalu apa yang sudah kita berikan pada-Nya?
Kita meminta pada-Nya banyak,
lalu apakah kita sudah ikhlas melakukan 1 hal saja yang Dia minta??
Saudaraku,
Marilah kita Bersyukur…
Dengan lisan kita,
badan kita,
pikiran kita, dan
hati kita….
Layak kah kita banyak meminta,
sedangkan kita tak pandai bersyukur??
Bekonang, 15 Juni 2011 06.10 pm
“Time is Money”, itu adalah kalimat yang sudah banyak dikenal oleh manusia di dunia.
Waktu adalah Uang, apakah berarti kehilangan waktu adalah kehilangan uang? Atau kalau Dapat Uang berarti kita juga mendapatkan Waktu? Agaknya kalimat yang cukup membuat saya pribadi mengerutkan kening tidak sepakat.
Waktu adalah Kesempatan, itu menurut saya. Ya, Masih ada waktu berarti Masih ada kesempatan untuk Melakukan sesuatu, banyak hal, tidak hanya semata urusan uang atau bisnis. Jika Kita tidak mengambil Kesempatan itu, maka bisa jadi kita tidak akan punya cukup waktu lagi untuk melakukan banyak hal.
Nikmat waktu adalah nikmat yang sangat besar, akan tetapi banyak orang yang menyia-nyiakannya dengan menghabiskan untuk keperluan yang kurang penting atau bahkan sia-sia. Menyia-nyiakan waktu sangat bertolak belakang dengan memanfaatkan detik demi detik yang dilakukan para ulama soleh terdahulu, Coba simak beberapa contoh berikut :
Ibnu Mas’ud
Beliau salah seorang shahabat Nabi yang mulia, beliau pernah berkata, “Aku belum pernah menyesali sesuatu seperti halnya aku menyesali tenggelamnya matahari, dimana usiaku berkurang, namun amal perbuatanku tidak juga bertambah”
Amir bin Abdi Qais
Beliau seorang tabi’in yang zuhud. Ada seorang pria berkata kepadanya, “Mari berbincang-bincang denganku”. Amir bin Abdi Qais menjawab, “Tahanlah matahari (Cobalah hentikan perputaran matahari), jangan biarkan ia berputar, baru aku akan berbincang-bincang denganmu. Karena sesungguhnya waktu ini senantiasa merayap dan bergerak maju, dan setelah berlalu ia tak akan kembali lagi. Maka kerugian akibat tak memanfaatkan waktu adalah jenis kerugian yang tidak dapat diganti atau dicarikan kompensasinya. Karena setiap waktu membutuhkan amal perbuatan sebagai isinya”
Hammad bin Salamah (91 H – 167 H)
Musa bin Isma’il At-Tabudzaki pernah menuturkan, “Kalau aku mengatakan kepada kalian bahwa Hammad bin Salamah tak pernah tertawa, niscaya aku tidak berdusta. Beliau itu memang orang yang sangat sibuk. Kegiatannya hanya meriwayatkan hadits, membaca, bertasbih atau shalat. Beliau membagi-bagi waktu siangnya hanya untuk itu saja”
Muridnya sendiri, Abdurrahman bin Mahdi, pernah menuturkan, “Kalau ada orang yang berkata kepada Hammad bin Salamah, “Engkau akan meninggal besok”, niscaya beliau tidak akan mampu lagi untuk menambah sedikitpun dalam amalnya” (maksudnya, ia pasti segera memaksimalkan amalnya di detik-detik terakhir hidupnya, red).
Yunus bin Al-Mu’addab menegaskan, “Hammad bin Salamah meninggal dunia saat beliau shalat”. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya
Muhammad bin Suhnun (202 H-256 H)
Al-Maliki menuturkan, “Suatu hari Muhammad bin Suhnun sedang sibuk menulis buku di malam hari. Datanglah saat santap malam. Ia memiliki budak sariyyah, yang meminta ijin masuk kamarnya, namun Muhammad menjawab, ‘Saya sedang sibuk”.
Karena terlalu lama menunggu, maka sang budak menyuapkan makanan itu ke mulut beliau sampai beliau mengunyahnya. Hal itu berlangsung lama, dan beliau tetap dalam kondisi demikian.
Ketika datang waktu subuh, Muhammad berkata, “Maaf, aku sangat sibuk sehingga melupakanmu tadi malam.Tolong berikan makanan yang engkau tawarkan tadi malam!” Tuanku, demi Allah, aku sudah menyuapkannya ke mulutmu”, ujar budak itu heran. “Sungguh aku tidak menyadarinya”, jawab Muhammad dengan heran.
Ibnul Khayyath An-Nahwi (Wafat tahun 320)
Konon beliau belajar di sepanjang waktu, hingga saat beliau sedang berada di jalanan. Sehingga terkadang beliau terjatuh ke selokan atau tertabrak binatang.
Al-Hakim (Wafat 334 H)
Abu Abdillah bin Al-Hakim Asy-Syahid, putra beliau menuturkan tentang Bapaknya, “Beliau adalah orang yang gemar berpuasa Senin dan Kamis, dan tidak pernah meninggalkan shalat malam saat bepergian dan saat tidak bepergian. Bila duduk, maka pena, buku dan tinta selalu berada ditangannya. Beliau adalah menteri pembantu Sulthan. Ia bisa memberikan izin bertemu Sulthan bila orang itu belum mendapatkan izin. Kemudian beliau sibuk menyusun tulisan ilmiah. Bila sudah demikian, maka orang yang masuk menemuinya pasti hanya berdiri saja. Hal itu dikeluhkan oleh Abul Abbas bin Hammuyah, ‘Kami biasa masuk menemui beliau, tapi beliau tidak menyapa kami sedikitpun. Beliau hanya mengambil pena dengan tangannya sendiri, dan membiarkan kami berdiri di pojok rumahnya’.”
Begitulah sebagian potret kehidupan ulama dalam memanfaatkan waktu, bagaimana dengan kita?
Semoga kita terhindar dari ajakan-jakan syaitan (yang berwujud jin atau manusia) untuk menyia-nyiakan waktu.. Amin.
May 11
26
Pernahkah kita berpikir,,,,
Kenapa HATI bisa begitu dahsyat y?? Be aware!!! Jangan berpikir macam2 dulu…!
Akhirnya saya iseng mencari info tentang HATI dan apa sih istimewanya?
LOADING….
Hati adalah salah satu organ terpenting dalam tubuh, kata orang kedokteran dan biologi, hati itu organ yang punya fungsi vital, salah satunya menetralkan racun dalam tubuh… bayangkan kalau hati kita sakit dan tidak berfungsi baik, pasti tubuh kita sudah penuh dengan racun dan entah berapa lama lagi bisa bertahan…
Itu secara ilmiah, tapi klo seorang psikolog lain lagi, ia lebih menidentikkan HATI dengan perasaan..
Ternyata menurut mereka hati itu punya beberapa keistiewaan lho …
1. jika mata lelah maka kita akan berusaha mengistirahatkannya, berbeda dengan HATI kita, setiap saat, ingatan lama, rasa malu, kecewa, haru, marah, dsb hadir dan berlalu terus tanpa ada yang bisa membendung dan mengaturnya…
2. perkara atau penyakit dalam HATI adalah perkara ghaib, tidak mudah didiagnosa atau diobati oleh dokter ataupun tabib manapun. Terkadang sampai overdosis pun tidak disadari.. astaghfirulloh..
3. HATI itu seperti raja, yang ditakuti dan dipatuhi oleh seluruh organ, apa yang dikatakan hati, maka seluruh organ akan tergerak mengikutinya..
maka ada yang suka bilang “Dengarkan suara hati” duh..duh…
Setelah membaca aku berpikir lagi,,
Kenapa Allah menciptakan 2 tangan, 2 kaki, 2 telinga, 2 mata, tetapi hanya 1 HATI?
Jawabannya adalah 1, karena Dia ingin kita memenuhi HATI kita hanya dengan Cinta kepada-Nya.
Cinta yang hakiki. Cinta yang sejati. Cinta yang tidak dikhianati dan mengecewakan. Semua itu hanya bisa diperoleh dari Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Allah SWT yang Maha Mengetahui segala Isi Hati.
Sambutlah Cinta-Nya wahai saudaraku,
Cinta yang akan membuat HATI kita selalu terjaga dan merasa nyaman kapanpun dan dimanapun, karana kita yakin bahwa TIDAK ADA YANG LEBIH manis,indah dan baik daripada semua kehendak dan rencana-Nya
May 11
22
A. DEFINISI
secara bahasa berasal dari al fahmu yang artinya pemahaman atau pengertian yang mendalam.
secara istilah, fiqh adalah ilmu tentang hukum-hukum perbuatan menurut syariat berdasarkan dalil-dalilnya yang terperinci.
B. KENAPA HARUS MEMPELAJARI?
1. Kacaunya timbangan prioritas pada umat
material n spiritual mulai tidak seimbang (sisi ekonomi, sosial maupun politik)
2. Penyimpangan Orang beragama dewasa ini
C. HUBUNGAN FIQH PRIORITAS DENGAN FIQH PERTIMBANGAN
1. Pertimbangan antara berbagai Kemaslahatan yang satu dengan lainnya
2. Pertimbangan antara kerusakan dan mudharat yang satu dengan yang lainnya
3. Pertimbangan antara maslahat dan mudharat bila saling bertemu
D. MEMPRIORITASKAN KUALITAS ATAS KUANTITAS
Alqur’an mencela thd golongan mayoritas apabila didalamnya hanya diisi oleh orang-orang yang tidak berilmu (ilmu dunia dan akhirat).
……..akan tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (Al Ankabut : 63)
……..akan tetapi kebanyakan mereka tidak beriman (Hud : 17)
……..akan tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur (Al Baqarah : 243)
Pada jaman sekarang ini, jumlah kaum muslimin sedunia melebihi seperempat milyar jiwa akan tetapi memiliki sifat yang diungkapkan dalam sebuah hadist :
“Pada suatu hari kelak umat-umat akan memusuhi kalyan dari segala penjuru, seperti orang-orang lapar yang memperebutkan makanan.” Para sahabat bertanya,”Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada waktu itu wahai Rasulullah?” Rasulullah SAW menjawab,”Bahkan jumlah kalian pada waktu itu banyak, akan tetapi kalian hanya bagaikan buih yang terawbawa arus air; dan sungguh Alloh akan mencabut rasa takut dari musuh-musuh kalian; dan sesungguhnya Alloh akan menghujamkan wahn di dada kalian.” Para sahabat bertanya kembali,” Wa ma Wahn ya Rasulullah? (apa itu wahn ya Rasulullah?),” beliau menjawab “hubuddunnya wa karohiyatul maut (Cinta dunia dan takut mati)” HR Ahmad dan Abu Dawud
Ingat perang badr, jumlahnya sedikit dan menang (QS Al Anfal 65-66)
dengan perang hunayn, jumlahnya banyak tapi sombong dan kalah (QS At Taubah 25-26)
May 11
8
Ingin sedikit berbagi cerita tentang kesibukan saya belakangan ini di masyarakat yaitu sedang semangat-semangatnya bersama kawan-kawan (bertiga) berusaha menghidupkan dan mengelola TPA (Taman Pendidikan Al qur’an) di desa saya, Ds Kemplong, Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo.
Ya, setelah hampir pensiun dari kampus, hehe… bukan berarti kita berhenti untuk beramanah ya,,, ternyata di luar sana masih banyak sekali lahan dakwah kawan.
Insya Alloh ilmu yang diperoleh di kampus, bisa bermanfaat untuk dakwah di masyarakat dengan segala dinamika dan karakter orang yang beraneka ragam…
Perlahan tapi pasti. Tidak mudah ternyata, namun juga jangan dibuat berat..
Karena semua ini adalah proses belajar..
Kami mulai dari sedikit anak, yah sekitar 10 orang pada awalnya, kemudian alhamdulillah bisa menarik anak-anak yang lain untuk ikut.
Ya memang belum terorganisir dengan baik, seperti kurikulum, seragam, keuangan, dll. Namanya juga baru belajar berjalan dari merangkak, sekali lagi semua tidak ada yang instan… Kalau pun ada, biasanya malah tidak bertahan lama..
Oke, sebentar lagi kami akan mengadakan Open Reqruitment santriwan/wati serta pengajarnya
Kita mencoba membuat pamflet yang sangat sederhana dan semoga hasilnya memuaskan…
Kurikulum pun mulai dirapikan dimana 1 orang akan meng-handle 2 mata kuliah (hehe… kayak kuliah aja ya…)
Jadi ada pengajar khusus untuk tajwid, ketauhidan, fiqh, siroh dan bahasa Arab. Ya, dengan begini pengajar juga musti belajar, g jauh beda ketika di kampus jadi asisten AAI (Asistensi Agama Islam). Yang berbeda adalah anak-anak yang dihadapi, yang terkadang teramat nakal dan bikin jengkel para pengajarnya…
Hmm… ya tapi disitulah tantangannya… Latihan juga jadi orang tua lho… ^^
Oke, kalau teman-teman pembaca ternyata ada yang tinggal di sekitar desa saya dan berminat untuk menjadi pengajar, pintu kami terbuka,,, atau yang ingin mendaftarkan adik, anak, atau keluarganya menjadi santriwan/wati, boleh juga…
Baiklah, demikian sedikit cerita dari saya, semoga bermanfaat dan menginspirasi pembaca untuk bisa mengembangkan TPA juga di daerahnya… ^^
Karena Indonesia tidak hanya butuh orang pintar dan cerdas saja, tapi juga yang akhlak/moralnya baik..
Semoaga TPA ini bisa jadi sarana yang melahirkan generasi -generasi yang berkualitas secara akal, hati dan fisiknya. Amin,,
Ya Tuhan,
Jangan biarkan hati ini lemah,
Lemah akan kesenangan dunia,
Tergoda akan nikmat yang sementara.
Jangan biarkan hati ini lemah,
Menyerah pada lelah yang payah,
Pada asa yang tak kunjung menjadi nyata.
Jangan biarkan hati ini lemah Ya Tuhan,,
Lemah pada ucap yang tak bertanggungjawab,
Pada janji setia yang kini tinggal kumpulan kata,
Pada ocehan yang menyakitkan,
mungkin itu untuk kepuasan,
Atau kepedulian yang ternyata tidak tepat sasaran.
Astaghfirulloh….
Ya Rabb,
Kuatkanlah hati ini,
Kuatkan dengan Cinta-Mu, dengan Kasih Sayang-Mu
Tunjukkan lah kami selalu jalan yang lurus,
Jalan yang Engkau Ridhoi,
Bukan jalan yang Engkau murkai dan bukan pula jalan yang sesat
Bukakan lah hati kami selalu Ya Alloh,,,
pada kebenaran dan kemuliaan.
Jauhkanlah kami dari segala bisikan setan,
yang membisikkan kejahatan ke dalam dada,
dari golongan Jin dan Manusia.
Ya Rahman Ya Rahim,
Ampuni kami jika kami terlampau lemah,
Jika kami tak kuasa menjauhi dosa,
Jika kami terlalu mudah mengeluh,
Jika kami selalu lupa bersyukur, namun tak pernah berhenti meminta,
Jika kami hanya memikirkan diri sendiri, tanpa menghiraukan harap yang lain,
Ya Alloh,,
Jangan cabut nyawa kami, sebelum kami bertobat kepada-Mu,
Jangan tinggalkan kami, jika perlahan tanpa sadar kami mulai meninggalkan-Mu
Karena,,
Kami adalah seorang hamba lemah yang akan terus berusaha menjadi kuat,
Demi agama kami,
Demi orang-orang yang menyayangi kami karena-Mu,
dan yang terpenting adalah demi diri kami sendiri…
*Kami ingin mencintai-Mu dengan sebenar-benarnya,,,
Bekonang, 14 April 2011